Gebyuran Bustaman

Antara Tradisi dan Solidaritas

May 13, 2018.MSH.1 Like.0 Comments

Ini kali kedua saya ikut Gebyuran Bustaman. Tradisi ini sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu, meskipun saya bukan warga Kampung Bustaman tetapi warga sekitar sangat welcome, dan tentu saja saya tidak luput dari “sasaran” perang air ini.

Ada keceriaan, kebersamaan didalamnya dan pastinya tidak ada dendam setelah selesai perang air ini, semuanya melebur menjadi sebuah ritual membersihkan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Akhir dari perang air ini ditutup dengan menikmati hidangan khas Kampung Bustaman yaitu gule kambing dan nasi gudangan.

Sukses terus untuk kampung Bustaman, semoga event fotogenik ini bisa sebesar Perang Air Songkran di Thailand..semoga..

[ish_divider][ish_text_separator text_color=”color2″][/ish_text_separator][ish_gallery images=”1038,1040,1045,1046,1048,1044,1052,1051,1050,1049,1055,1056″ columns=”3″ ratio=”rectangle16″ border_width=”1″]
All rights reserved © Stefanus Martanto